Ilustrasi Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap tanggal 8 MaretBaca juga: Perempuan Migran Rentan Alami Kekerasan dan Eksploitasi Menurut UN Women
Badan PBB turut mendorong hukum, sistem, dan lembaga untuk memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak perempuan.
Mengutip laman IWD, ungu, hijau, dan putih adalah warna-warna Hari Perempuan Internasional. Ungu melambangkan keadilan dan martabat, serta kesetiaan pada tujuan.
Hijau melambangkan harapan, sementara putih melambangkan kemurnian. Warna-warna ini berasal dari Women's Social and Political Union (WSPU) di Inggris pada 1908.
Hari Perempuan Internasional telah diperingati sejak awal tahun 1900-an - suatu masa ekspansi dan gejolak besar di dunia industri yang menyaksikan pertumbuhan penduduk yang pesat dan munculnya ideologi radikal.
Pada 1910, Konferensi Internasional Perempuan Pekerja kedua diadakan di Kopenhagen. Pemimpin dari Partai Sosial Demokrat di Jerman, Clara Zetkin kala itu mengemukakan gagasan Hari Perempuan Internasional.
Ia mengusulkan agar setiap tahun di setiap negara diadakan perayaan pada hari yang sama, yakni Hari Perempuan untuk mendesak pemenuhan tuntutan mereka.
Konferensi yang dihadiri lebih dari 100 wanita dari 17 negara, mewakili serikat pekerja, partai sosialis, klub perempuan pekerja, dan tiga wanita pertama yang terpilih menjadi anggota parlemen Finlandia, menyambut usulan Zetkin.
Alhasil, Hari Perempuan Internasional pun tercipta dan diperingati setiap tahunnya sampai sekarang.