Beda dengan Ujian Nasional, Ini Manfaat Asesmen Nasional 

Sabtu, 12 Agustus 2023 | 09:46 WIB
Ilustrasi ruang kelas pelaksanaan asesmen nasional (AN). (DOK. Humas Kemendikbud Ristek) Ilustrasi ruang kelas pelaksanaan asesmen nasional (AN).

Baca juga: Ramai Toilet Gender Netral, Ini Aturan Toilet Sekolah dari Kemendikbud

“Selain itu, AN merupakan ‘cermin’ bagi kami untuk melakukan perbaikan yang lebih bermakna kepada ekosistem pendidikan,” jelasnya.

Perbaikan itu, kata dia, bisa terdiferensiasi dari satu satuan pendidikan ke satuan pendidikan lain, dari satu daerah ke daerah lain, dan memberikan ruang kepada satuan pendidikan untuk melakukan berbagai inovasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Untuk itu, Iwan mengajak semua pihak memperbaiki kualitas pembelajaran dan iklim di satuan pendidikan dengan melakukan peningkatan lebih spesifik dan sejalan dengan perencanaan yang berbasis pada data 

“Fokus pada kualitas dan penciptaan iklim sekolah yang lebih berpihak kepada murid dan sesuai dengan konteks dan kearifan lokal, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan menyenangkan bagi semua warga pendidikan untuk beraktivitas di sekolahnya,” paparnya.

Iwan juga menjelaskan, AN harus menciptakan iklim apa adanya, rileks, tanpa cemas, dan tanpa persiapan khusus yang menegangkan. Sebab, AN bukan penentu kelulusan serta tidak ada konsekuensi pada nilai. 

Baca juga: Kemendikbud: 67.000 Guru Akan Terima Bantuan Insentif 2023 hingga Rp 3,6 Juta

Dia mengenaskan, AN merupakan partisipasi bersama-sama sebagai upaya untuk memajukan pendidikan dengan hasil refleksi bersama-sama, mendorong kolaborasi dengan semua pihak.

“Jadi, AN benar-benar berfungsi untuk melihat potret yang lebih utuh tentang kualitas hasil belajar serta proses pembelajaran di sekolah,” katanya. 

Kemudian, AN akan dijadikan umpan balik yang berguna bagi sekolah dan dinas pendidikan dalam proses evaluasi diri dan perencanaan program.

Oleh karenanya, Iwan mengajak seluruh pihak terkait untuk saling mendukung demi peningkatan mutu dunia pendidikan Indonesia. 

Sebab, kata dia, pelaksanaan AN memerlukan partisipasi bersama. Koordinasi, sosialisasi, serta kolaborasi dari semua pihak dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, termasuk AN. 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.