Ujian Nasional Akan Jadi Pertimbangan SNBP 2026, Bagaimana Mekanismenya?

Selasa, 15 April 2025 | 16:28 WIB
Siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 2 Yogyakarta, Jetis, DI Yogyakarta, Senin (16/3/2020). Pelaksanaan UNBK di Yogyakarta tetap diselenggarakan di tengah pandemi COVID-19 dengan protokol pencegahan sebagai antisipasi penularan COVID-19. (ANTARA FOTO/HENDRA NURDIYANSYAH) Siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 2 Yogyakarta, Jetis, DI Yogyakarta, Senin (16/3/2020). Pelaksanaan UNBK di Yogyakarta tetap diselenggarakan di tengah pandemi COVID-19 dengan protokol pencegahan sebagai antisipasi penularan COVID-19.

KOMPAS.com - Ujian Nasional (UN) versi baru atau Tes Kemampuan Akademik (TKA) direncanakan untuk menjadi salah satu pertimbangan siswa untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, siswa yang ikut TKA nantinya bisa masuk PTN tanpa tes melalui Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun depan.

"Tahun depan, setelah kami jajaki, TKA itu nanti akan menjadi bagian dari tes masuk perguruan tinggi," kata Mu'ti di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Jumat (11/4/2025).

Baca juga: BCA Buka Pendaftaran Beasiswa 2026, Bisa Kuliah Gratis dan Ada Uang Saku

Lantas bagaimana mekanisme yang akan digunakan pada proses SNPMB jalur prestasi atau yang biasa disebut Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi ( SNBP)?

Mu'ti menjelaskan, siswa yang ikut jalur prestasi di SNPMB nantinya akan dinilai dari berbagai macam aspek.

Mulai dari hasil TKA, nilai rapor, dan prestasi lainnya yang memang bisa dipertimbangkan masuk PTN lewat jalur SNBP.

"Nanti pertimbangannya adalah hasil tes kemampuan akademik, kemudian rapor, kemudian prestasi. Nah sebagian mungkin ada yang sebagiannya akhir masih," ujarnya.

Oleh karena itu, Mu'ti berencana menghidupkan kembali penjurusan untuk mendukung pelaksanaan TKA yang rencananya dilakukan November 2025.

Sehingga kemungkinan penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa akan ada lagi tahun ini pula.

Baca juga: Jurusan IPA-IPS Ada Lagi, Ini Dampak Positif dan Negatif yang Bakal Muncul

Mu'ti menjelaskan, dalam TKA akan ada mata pelajaran wajib bagi siswa baik IPA, IPS, dan Bahasa ditambah mata pelajaran khusus jurusan.

Misalnya pada jurusan IPA seperti Biologi, Fisika, dan Kimia. Sementara IPS seperti Ekonomi, Geografi, Sejaran dan ilmu lainnya terkait bidang sosial.

"Dalam TKA itu nanti mulai itu ada tes yang wajib yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika itu wajib untuk mereka yang ngambil IPA itu nanti dia boleh memilih tambahannya antara Fisika, Kimia atau Biologi," ujarnya.

"Untuk yang IPS juga begitu. Dia boleh ada tambahan apakah itu Ekonomi apakah itu Sejarah atau ilmu-ilmu lain yang ada dalam rumpun ilmu-ilmu," jelas dia.

Dia menambahkan, dalam TKA itu nanti mulai itu ada tes yang wajib yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika itu wajib untuk mereka yang mengambil IPA nanti boleh memilih tambahannya antara Fisika, Kimia atau Biologi.

"Untuk yang IPS juga begitu. Dia boleh ada tambahan apakah itu ekonomi apakah itu sejarah atau ilmu-ilmu lain yang ada dalam rumpun ilmu-ilmu," jelas dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.